Waspadai Diabetes Gestasional Selama Kehamilan

0

Mengapa memenuhi gizi ibu hamil saat masa kehamilan itu penting? Apakah hanya untuk mencegah ibu dan janin mengalami masalah kesehatan akibat kekurangan gizi saja? Sebenarnya tidak begitu, loh. Sebab memperhatikan porsi dan gizi yang dikonsumsi juga sangat penting untuk mencegah ibu hamil mengalami diabetes gestasional.

diabetes gestasional

Source: mdsaude

Anda yang merasa tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mungkin merasa hal ini tidak penting. Padahal diabetes ini bisa terjadi pada semua ibu hamil, loh. Meskipun sebelumnya Anda tidak pernah mengalami masalah dengan kadar gula dalam darah sekalipun. Sebab menurut situs alodokter, diabetes ini disebabkan oleh peningkatan hormon dalam tubuh pada masa kehamilan. Beberapa hormon ini di antaranya yaitu progesteron, esterogen, dan laktogen plasenta. Peningkatan hormon ini membuat insulin tidak mampu bekerja dengan baik.

Meskipun diabetes ini muncul akibat perubahan hormon, bukan berarti Anda bisa tenang dan menganggap diabetes ini biasa. Sebab beberapa ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional pada masa kehamilan, menderita diabetes tipe 2 pasca melahirkan. Artinya, diabetes ini tidak selalu bersfat sementara. Selain itu kondisi ini juga tidak baik untuk janin karena kadar gula darah yang tinggi akan disimpan sebagai lmak. Akibatnya janin akan tumbuh lebih besar daripada ukuran normal.

Lalu apakah diabetes ini bisa dicegah? Sama halnya dengan masalah kehamilan lainnya, Anda tidak bisa benar-benar mencegahnya namun dapat mengurangi risikonya, dengan cara mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Tentunya sangat tidak disarankan untuk Anda melakukan diet tidak sehat demi mencapai berat badan yang disarankan. Namun Anda bisa melakukannya dengan mengatur pola makan dan memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Batasi konsumsi makanan yang mengandung pemanis dan terus lakukan pengecekan indeks masa tubuh secara berkala.

Hal tersebut penting untuk dilakukan terutama untuk Anda yang berada dalam dua kondisi berikut ini:

  • Memiliki riwayat diabetes gestasional

Anda yang mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya ada kemungkinan akan mengalami hal yang sama di kehamilan berikutnya. Tingkat keparahannya sendiri bisa sama ataupun berbeda.

  • Bayi sebelumnya mengalami makrosomia

Makrosomia adalah kondisi dimana bayi lahir dengan berat 4,5 kg atau lebih. Jika pada kehamilan sebelumnya bayi Anda lahir dengan kondisi seperti itu, maka sebaiknya mulailah waspada.

Kedua kondisi di atas akan semakin meningkatkan risiko Anda menderita diabetes gestasional pada kehamilan berikutnya. Jadi cobalah untuk lebih waspada dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menurunkan risiko Anda menderita diabetes gestasional. Konsumsi buah agar kebutuhan serat dan vitamin dalam tubuh terpenuhi. Dan ketika si kecil sudah lahir, jangan lupa untuk menjaga konsumsi makanan hariannya dan berikan buah yang mengandung banyak manfaat agar kemungkinan diabetes ini bisa ditekan. (Vita)

Advertisements

Perlukah Mengajari Anak Menyayangi Binatang?

0

Semakin bertambahnya provider internet yang menawarkan paket internet murah, membuat user internet semakin meningkat. Berbagai informasi pun semakin mudah ditemukan dengan teknologi ini. Apalagi, sejak pemanfaatan social media untuk berbagai keperluan, dari mulai berhubungan dengan kawan lama, berjualan, hingga untuk menyebarkan berbagai informasi penting maupun tidak penting.ajarkan anak menyayangi binatang

Nah, bagi kalian pengguna social media, pasti sering melihat berita mengenai penyiksaan atau pembunuhan hewan yang beberapa waktu ini sedang heboh diberitakan. Hal ini menjadi sesuatu yang Continue reading

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Memeluk Anak?

0

Banyak orangtua yang kurang menyadari bahwa keinginan dan kebutuhan anak adalah hal yang berbeda, terutama bagi orangtua yang memiliki kemampuan keuangan cukup berlebih. Mereka cenderung memenuhi seluruh keinginan anak, khususnya yang

waktu yang tepat memeluk anak

berkaitan dengan materi (mainan, pakaian, dan berbagai benda lain) dan menganggap bahwa hal tersebut sudah bisa memenuhi seluruh kebutuhan anak. Padahal, selalu memenuhi keinginan anak justru Continue reading