Kacang Tanah: Enak dan Sehat untuk Dijadikan Camilan

0

Kacang tanah memang bisa diolah menjadi apa saja. Dibuat menjadi pelengkap sayur, dijadikan sebagai kue, atau bahkan dijadikan sebagai camilan. Tak heran jika bisnis makanan olahan kacang pun tidak pernah mati, bahkan menjadi peluang bisnis terbaik menjelang hari raya.kacang tanah

Namun demikian, masih banyak yang menganggap bahwa kacang bukanlah makanan yang sehat. Padahal, kacang tanah mengandung serat tinggi sehingga bisa membuat Anda kenyang lebih lama. Kacang tanah pun cocok untuk dijadikan sebagai camilan sehat bagi mereka yang sedang diet karena alasan tersebut.

Berikut beberapa catatan yang harus diperhatikan jika Anda hendak menjadikan kacang tanah sebagai camilan sehat:

  1. Konsumsi satu genggam setiap hari. Yap, meski kacang tanah enak untuk dikonsumsi karena rasanya yang gurih, Anda harus tetap menahan diri karena jika berlebih justru bisa membahayakan! Kacang tanah mengandung 160-200 kalori dalam setiap 28 gram, dan inilah jumlah yang disarankan untuk dikonsumsi setiap harinya. 28 gram sendiri jika ditakar sekitar satu genggaman tangan.
  2. Simpan dalam mangkuk kecil. Takut kalap dan berlebihan saat ngemil kacang tanah? Well, ada cara sederhana yang bisa Anda coba untuk menahan diri. Caranya adalah dengan menyimpan kacang tanah di dalam mangkuk kecil. Taruh satu genggam kacang dalam satu mangkuk sehingga Anda bisa mengontrol konsumsi kacang dalam satu hari. Tak hanya itu, Anda pun akan lebih perlahan-lahan dalam menghabiskannya ketika melihat jumlah kacang menipis di dalam mangkuk. Atau cara lainnya adalah Anda bisa menyimpan dalam plastik-plastik kecil.
  3. Konsumsi dalam bentuk selai. Tidak terlalu suka mengonsumsi kacang tanah secara langsung? Nah, Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk olahan, salah satunya dalam bentuk selai kacang. Anda bisa mengoleskan selai kacang di atas roti gandum untuk sarapan pagi, atau bahkan mengoleskannya pada apel untuk camilan siang hari.
  4. Jadikan sebagai Selain dalam bentuk selai, Anda juga bisa menjadikannya sebagai topping untuk sereal, oatmeal, salad, es krim rendah lemak, atau bahkan pada yoghurt. Namun demikian, tetap perhatikan juga jumlah sajiannya perhari, ya. Jangan sampai melebihi batas 28 gram.
  5. Rebus atau panggang, sama-sama enak! Cara lain untuk mengolah kacang tanah adalah dengan merebusnya atau dipanggang dengan oven selama 5-10 menit. Rasanya enak, gurih, dan pastinya akan membuat Anda ketagihan.

Nah, ternyata kacang tanah bisa kan dijadikan sebagai konsumsi camilan sehat harian? Silakan dicoba!

Advertisements

Agar Tak Dijangkiti Penyakit, Hindari Minuman Ini!

0

Suka minuman manis? Jika suka, maka mulai dari sekarang cobalah untuk mengurangi konsumsi minuman tersebut. Hal ini karena minuman manis mengandung banyak gula, sehingga jika dikonsumsi dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai macam penyakit, seperti diabetes mellitus, gagal hati, kolesterol tinggi, gagal ginjal, kerusakan pada bagian gigi, dan lain sebagainya. Nah, alih-alih minuman manis, lebih baik Anda mengonsumsi Glamore Nutri Fiber dari GIN International dan rasakan manfaat glamore yang terdapat di dalamnya. Dipercaya, produk herbal ini bisa mengatasi kemunculan penyakit berbahaya di dalam tubuh.minuman manis

Lalu, minuman manakah yang sebaiknya dihindari dan tidak dikonsumsi agar penyakit berbahaya tidak menyerang tubuh? Simak langsung, yuk! (source: cnnindonesia)

  1. Es teh manis. Teh seharusnya menjadi minuman paling menyehatkan karena kaya akan kandungan antioksidan. Kandungan ini dapat membantu menangkal segala radikal berbahaya yang masuk ke dalam tubuh dan dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Meski begitu, jika teh diminum dengan tambahan gula yang cukup banyak, tentu minuman ini tidak akan menyehatkan lagi melainkan malah dapat menimbulkan penyakit. Satu gelas teh yang diberi tambahan beberapa sendok gula setidaknya mengandung 30gram gula. Belum lagi, jika Anda minum teh kemasan, kebayang berapa gula yang dihasilkan?
  2. Jus buah kemasan. Seperti yang diketahui, mengonsumsi jus buah sangat bagus untuk kesehatan karena tinggi akan kandungan nutrisi, seperti vitamin, mineral, protein, karbohidrat, dan masih banyak yang lainnya. Namun, apabila jus tersebut berbentuk kemasan, tentu gula yang terdapat di dalamnya sangat tinggi bisa mencapai 44 gram. Sebenarnya boleh saja meminum jus buah kemasan ini, asalkan Anda mengonsumsinya dalam batas wajar tidak berlebihan.
  3. Yoghurt manis. Sama halnya dengan buah, yoghurt pun memberikan banyak manfaat untuk tubuh, sebab mengandung nutrisi penting contohnya protein, vitamin, kalsium, zat besi, fosfor, dan sebagainya. Akan tetapi, jika yogurt ditambahkan dengan gula, maka kandungan yang dimiliki tersebut bisa hilang. Tidak hanya hilang, yoghurt malah memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Menurut hasil lansiran, yoghurt bercita rasa manis mengandung sekitar 26gram gula. Supaya lebih sehat, baiknya saat membeli yoghurt pilihlah greek yoghurt atau tanpa rasa.

Itulah beberapa minuman yang baiknya dihindari agar tubuh tidak mudah diserang penyakit. Semoga bermanfaat!

Jangan Terlalu Sering Konsumsi Makanan Beku: Ini Bahayanya!

0

Untuk Anda yang sibuk bekerja seharian, makanan beku seringkali dijadikan sebagai penyelamat di saat lapar. Selain mudah untuk diolah dan bisa disimpan dalam waktu lama, rasanya pun juga enak. Nah, akan tetapi untuk Anda yang sangat peduli dengan kesehatan dan selalu mengonsumsi produk herbal terbaik, sebaiknya mulai kurangi konsumsi makanan beku. Sebab makanan beku mengandung banyak bahaya, di antaranya:makanan beku

  1. Mengandung banyak sodium. Tidak bisa disangkal, meski simpel dan mudah diolah, makanan beku ini ternyata mengandung sodium yang cukup tinggi. Seperti yang Anda ketahui, tubuh memang membutuhkan sodium namun dengan jumlah yang terbatas. Ketika Anda mengonsumsi sodium melebihi batas yang dibutuhkan tubuh maka hal tersebut berisiko meningkatkan tekanan darah dan juga bisa menyebabkan hipertensi.
  2. Sarang pengawet dan bakteri. Mengingat makanan beku harus selalu disimpan di pendingin ruangan agar tetap awet, tidak heran jika makanan beku ini kerap menjadi tempat berkembang biak bagi para bakteri. Sebutlah bakteri listeria monocytogenes, salmonella enterica, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, makanan beku juga dipastikan mengandung banyak pengawet. Meski tidak membahayakan, terlalu banyak mengonsumsi makanan beku juga bisa mengganggu kesehatan Anda.
  3. Kurang serat. Seperti yang Anda ketahui, tubuh membutuhkan serat setiap harinya agar bisa berjalan dengan optimal. Namun demikian, makanan beku ini seringnya tidak mengandung banyak serat sehingga bisa mengganggu metabolisme. Terlalu sering dikonsumsi bahkan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti konstipasi.
  4. Hati-hati banyak lemak. Kalau Anda sedang menjalani program diet, makanan beku juga sebaiknya dihindari. Sebab makanan beku seringnya mengandung lemak yang cukup tinggi sehingga bisa menaikkan risiko obesitas dan juga kolesterol.

Nah, ternyata ada banyak alasan mengapa Anda harus mengurangi konsumsi makanan beku. Mulai sekarang, biasakan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat yang tidak mengandung pengawet agar kesehatan Anda tetap terjaga. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengimbanginya dengan mengonsumsi Glamore Nutri Fiber yang kaya akan serat dan juga vitamin. Glamore Nutri Fiber ini berfungsi untuk menghambat penyerapan lemak, meningkatkan daya serap nutrisi, menekan pertumbuhan sel kanker dan bakteri jahat, serta mampu menstabilkan kadar kolesterol. Semoga bermanfaat!

Apa yang Terjadi pada Janin Jika Bunda Kurang Gizi?

0

Seorang bunda yang sedang dalam masa kehamilan perlu memperhatikan status gizinya. Tidak cukup hanya mengkonsumsi susu dan jus untuk ibu hamil; makan serta suplemen perlu diperhatikan. Untunglah sekarang banyak brand yang khusus menyediakan susu dan jus untuk ibu hamil seperti Prenagen dan suplemen kehamilan seperti Blackmores. Sedangkan makanan disarankan Bunda mengelolanya sendiri agar bahan makanan masih fresh dan masih mengandung berbagai kandungan (vitamin dan mineral) yang baik untuk Bunda dan janin.nutrisi ibu hamil 1

Apakah bunda bisa mengalami kurang gizi pada masa kehamilan walaupun sudah mengkonsumsi makanan yang terbaik? Bisa saja dan berikut ini beberapa penyebabnya

  • Hilangnya nafsu makan yang disebabkan oleh masalah kesehatan seperti depresi, strees atau infeksi pada pencernaan.
  • Mengalami diare sehingga makanan tidak bisa diserap dengan baik.
  • Penggunaan obat atau suplemen yang ternyata bisa mengurangi daya tubuh dalam menyerap nutrisi. Disarankan konsultasi jika ingin mengkonsumsi obat untuk sakit atau suplemen.
  • Asupan tidak memadai artinya masih kurang bergizi dan kalori. Pada umumnya Bunda yang sedang hamil perlu mengkonsumsi 2,300 kalori / hari.

Apa yang akan terjadi pada janin jika bunda mengalami kurang gizi? Tentu saja berdampak buruk untuk perkembangannya. Menurut web Hello Sehat, berikut ini hal-hal yang bisa terjadi pada janin jika bunda mengalami masalah kurang gizi:

  • Pertumbuhan janin yang lambat alias tidak sesuai dengan skema perkembangan janin yang ada
  • Berat badan janin bisa dibawah rata-rata dimana hal ini akan membuat janin memiliki ukuran yang kecil
  • Lahir premature
  • Lahir dengan cacat (organ, saraf, tulang atau bagian lain yang tidak terbentuk dengan sempurna hingga masa melahirkan)
  • Terjadi kerusakan otak bisa disebabkan otak tidak berkembang dengan baik dikarenakan kurangnya gizi
  • Hal yang paling menakutkan dan dihindari adalah kematian. Bisa terjadi seperti stillbirth – sebutan untuk kondisi di mana bayi lahir meninggal atau kematian perinatal – kondisi dimana bayi meninggal dalam kurang waktu 7 hari.

Oleh sebab itu, bunda serta orang disekitarnya perlu memperhatikan konsumsi makanannya. Pastikan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan baik untuk membantu perkembangan janin dan meningkatkan kesehatan bunda. Tidak ada salahnya meminta saran dari pakar untuk menghindari masalah kurang gizi karena Bunda perlu tahu juga cara sehat menambah berat badan Janin untuk membantu pertumbuhannya dan memastikan janin tidak akan lahir premature.

Bisakah Penyakit Jantung Bawaan di Cegah?

0

Tidak ada seorangpun yang ingin melihat sang buah hati yang baru saja dilahirkannya sudah menderita suatu penyakit. Apalagi ketika sang buah hati divonis menderita kelainan salah satu organ, seperti jantung. Yap, memang penyakit jantung tidak hanya bisa diderita oleh orang dewasa saja, tetapi juga seorang bayi yang baru saja dilahirkan. Tentunya penyakit jantung bawaan yang diderita seorang bayi tidaklah sama, dan Anda tidak bisa mencegahnya dengan menerapkan cara mencegah penyakit jantung koroner yang selama ini mungkin sudah Anda lakukan.

penyakit jantung bawaan

Source: everydayhealth

Penyakit jantung bawaan adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat adanya kelainan pada organ jantung sehingga darah tidak dapat mengalir normal pada organ ini. Kelainan ini terjadi akibat proses pembentukan jantung yang tidak sempurna pada saat masih dalam kandungan. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, dokter bahkan sudah mengetahui bahwa janin yang berada dalam kandungan memiliki masalah pada organ jantungnya, sehingga bisa segera dilakukan penangan yang tepat sejak dalam kandungan hingga bayi dilahirkan. Bahkan anak yang lahir dengan kondisi ini cukup banyak yang bisa bertahan hingga dewasa.

Meskipun begitu, bukan berarti orangtua tetap bisa tenang jika sang buah hati mengalami kondisi ini. Pastinya orangtua tetap akan melakukan apapun untuk mencegah anaknya menderita penyakit jantung bawaan. Pertanyaannya, bisakah penyakit jantung bawaan ini dicegah?

Sayangnya ini bukanlah penyakit yang bisa dicegah 100% karena masalah terjadi ketika bayi masih berada dalam kandungan. Namun Anda masih tetap bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi risiko bayi mengalami penyakit jantung bawaan, yaitu:

  • Hindari konsumsi obat-obatan apapun yang tidak didasarkan resep dokter. Sebab zat kimia pada obat dapat berpengaruh pada perkembangan janin.
  • Penuhi seluruh nutrisi yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Sebab semua nutrisi memiliki manfaatnya masing-masing untuk perkembangan janin maupun kesehatan ibu selama kehamilan.
  • Hindari konsumsi alkohol dan kafein yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan janin.
  • Jauhi tempat atau lokasi yang terpapar zat berbahaya, seperti area perkebunan yang mengandung pestisida, atau lokasi yang terifeksi virus tertentu.
  • Selalu lakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda dan janin, sebab beberapa penyakit yang diderita Anda selama masa kehamilan bisa menjadi penyebab adanya masalah saat pembentukan organ jantung.

Meskipun tidak benar-benar bisa mencegah sakit jantung sepenuhnya, bukan berarti Anda pasrah begitu saja kan? (Vita)

Waspadai Diabetes Gestasional Selama Kehamilan

0

Mengapa memenuhi gizi ibu hamil saat masa kehamilan itu penting? Apakah hanya untuk mencegah ibu dan janin mengalami masalah kesehatan akibat kekurangan gizi saja? Sebenarnya tidak begitu, loh. Sebab memperhatikan porsi dan gizi yang dikonsumsi juga sangat penting untuk mencegah ibu hamil mengalami diabetes gestasional.

diabetes gestasional

Source: mdsaude

Anda yang merasa tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mungkin merasa hal ini tidak penting. Padahal diabetes ini bisa terjadi pada semua ibu hamil, loh. Meskipun sebelumnya Anda tidak pernah mengalami masalah dengan kadar gula dalam darah sekalipun. Sebab menurut situs alodokter, diabetes ini disebabkan oleh peningkatan hormon dalam tubuh pada masa kehamilan. Beberapa hormon ini di antaranya yaitu progesteron, esterogen, dan laktogen plasenta. Peningkatan hormon ini membuat insulin tidak mampu bekerja dengan baik.

Meskipun diabetes ini muncul akibat perubahan hormon, bukan berarti Anda bisa tenang dan menganggap diabetes ini biasa. Sebab beberapa ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional pada masa kehamilan, menderita diabetes tipe 2 pasca melahirkan. Artinya, diabetes ini tidak selalu bersfat sementara. Selain itu kondisi ini juga tidak baik untuk janin karena kadar gula darah yang tinggi akan disimpan sebagai lmak. Akibatnya janin akan tumbuh lebih besar daripada ukuran normal.

Lalu apakah diabetes ini bisa dicegah? Sama halnya dengan masalah kehamilan lainnya, Anda tidak bisa benar-benar mencegahnya namun dapat mengurangi risikonya, dengan cara mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Tentunya sangat tidak disarankan untuk Anda melakukan diet tidak sehat demi mencapai berat badan yang disarankan. Namun Anda bisa melakukannya dengan mengatur pola makan dan memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Batasi konsumsi makanan yang mengandung pemanis dan terus lakukan pengecekan indeks masa tubuh secara berkala.

Hal tersebut penting untuk dilakukan terutama untuk Anda yang berada dalam dua kondisi berikut ini:

  • Memiliki riwayat diabetes gestasional

Anda yang mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya ada kemungkinan akan mengalami hal yang sama di kehamilan berikutnya. Tingkat keparahannya sendiri bisa sama ataupun berbeda.

  • Bayi sebelumnya mengalami makrosomia

Makrosomia adalah kondisi dimana bayi lahir dengan berat 4,5 kg atau lebih. Jika pada kehamilan sebelumnya bayi Anda lahir dengan kondisi seperti itu, maka sebaiknya mulailah waspada.

Kedua kondisi di atas akan semakin meningkatkan risiko Anda menderita diabetes gestasional pada kehamilan berikutnya. Jadi cobalah untuk lebih waspada dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menurunkan risiko Anda menderita diabetes gestasional. Konsumsi buah agar kebutuhan serat dan vitamin dalam tubuh terpenuhi. Dan ketika si kecil sudah lahir, jangan lupa untuk menjaga konsumsi makanan hariannya dan berikan buah yang mengandung banyak manfaat agar kemungkinan diabetes ini bisa ditekan. (Vita)

Mengonsumsi Kunyit untuk Ginjal, Amankah?

0

Kunyit merupakan salah satu tumbuhan herbal yang terkenal memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Bahkan tidak jarang kita temukan esktrak kunyit yang dikemas dalam berbagai macam bentuk, seperti kapsul ataupun serbuk. Namun, manfaat kunyit untuk ginjal masih menuai perbedaan pendapat. Ada yang beranggapan bahwa kunyit baik dikonsumsi untuk ginjal tapi ada juga yang beranggapan sebailknya.kunyit

Para penderita gangguan ginjal memang sebaiknya waspada dalam mengonsumsi beberapa jenis herbal. Penurunan kinerja ginjal yang dialami oleh penderita sakit ginjal bisa menyebabkan ginjal sulit untuk memproses sejumlah residu dari metabolisme. Nah konsumsi kunyit yang terlalu banyak dapat membuat ginjal terganggu dengan senyawa fosfor dan potasium. Selain itu kunyit dapat meningkatkan jumlah oksalat dalam urin yang juga dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Meskipun demikian, jika dikonsumsi dengan jumlah yang tepat, kunyit dapat membawa manfaat pada ginjal. Berikut inilah manfaat kunyit untuk ginjal. (sc: deherba.com)

  1. Agen Anti Inflamasi

Seperti yang dikatakan dalam WebMD, banyak dari masalah penurunan fungsi ginjal yang berkaitan dengan infeksi. Nah, kunyit mengandung senyawa curcumin yang berperan sebagai anti inflamasi, sehingga kunyit dapat digunakan untuk mengatasi infeksi ginjal.

Selain itu, National Institute of Health 2007 “Curcumin: The Indian Solid Gold” mengatakan bahwa curcumin dapat melancarkan produksi enzim dan hormon yang berfungsi mentralisir zat-zat yang tidak terpakai dalam tubuh.

  1. Anti Oksidan

Selain curcumin, ada lagi komponen dalam kunyit yang bernama turmerin. Kandungan ini berfungsi untuk menetralisir racun dan oksidan. Penurunan fungsi ginjal membuat racun dan residu lebih sulit dikeluarkan dan bisa mengendap pada ginjal. Karena itu, Anda bisa memanfaatkan senyawa turmerin dari kunyit untuk membantu menetralisir racun yang ada di dalam tubuh.

  1. Anti Hipertensi

Ada kaitan yang erat antara hipertensi dan penurunan fungsi ginjal. Hipertensi dapat membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menetralkan racun. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menggunakan kunyit karena kunyit dapat menormalkan tekanan darah dan memperbaiki sel pembuluh darah. Dengan mengatasi hipertensi, Anda bisa membantu ginjal untuk bekerja lebih maksimal.

Demikianlah penjelasan tentang manfaat kunyit untuk ginjal. Semoga artikel ini dapat menjawab kebingungan Anda soal pengaruh kunyit terhadap ginjal ya! (Rima)