4 Tahap Pengembangan Api

0

Api bisa sangat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat, namun bisa juga menjadi hal yang sangat menakutkan dan ditakuti, yaitu ketika sebuah musibah kebakaran terjadi. Yap, musibah ini adalah salah satu musibah yang dapat menimbulkan kerugian materi dalam jumlah besar. Itulah sebabnya menggunakan asuransi kebakaran sangat penting untuk meminimalis kerugian akibat terjadinya musibah ini.

Pengembangan Api

Source: hdimageson

Sebenarnya, sebelum terjadinya kebakaran ini api mengalami beberapa tahapan sebelum berkembang menjadi api yang cukup besar hingga mampu membakar sebuah properti. Dan berikut ini adalah beberapa tahapan tersebut berdasarkan situs journeytofirefighter:

  • Incipient

Tahap pertama ini dimulai ketika panas, oksigen, dan sumber bahan bakar bergabung dan mengalami reaksi kimia yang menghasilkan api. Proses ini dikenal juga sebagai “ignition” atau “pengapian” dan biasanya diawali dengan api yang masih menyala kecil dan bisa mati dengan sendirinya (untuk beberapa situasi) sebelum mencapai tahapan selanjutnya. Ketika api masih berada dalam tahap ini, seseorang maih bisa mengantisipasinya dengan mematikan api dengan menggunakan 4 tipe alat pemadam kebakaran ringan atau melarikan diri.

  • Growth

Pada tahap ini, struktur api dan oxigen bergabung dan menjadi bahan bakar untuk api tersebut. Ada banyak faktor yang mempengaruhi tahap growth atau tahap pertumbuhan ini, antara lain dimana api mulai menyala, benda yang ada di sekitar api, ketinggian langit-langit (plafon) dan beberapa hal lainnya. Diantara ke-4 tahap, tahap ini merupakan yang paling tercepat dan berpotesi menjebak, melukai bahkan menyebabkan kematian petugas kebakaran.

  • Fully Developed

Ketika tahapan sebelumnya telah mencapai maksimal, yaitu saat semua bahan yang bberpotensi menjadi bahan bakar api telah dinyalakan, maka api akan mencapai tahap fully developed. Tahapan ini merupakan fase terpanas dari api dan akan sangat berbahaya bagi siapapun yang masih terjebak di dalamnya.

  • Decay

Tahapan ini adalah tahapan yang terpanjang, yaitu pada saat terjadinya penurunan yang signifikan pada oksigen maupun bahan bakar dari api yang telah menyala tersebut. Akibatnya, secara perlahan api akan mulai padam. Namun, bukan berarti perkembangan api benar-benar berakhir. Sebab, pada tahap ini bisa berpotensi menimbulkan 2 bahaya, yang pertama yaitu adanya suatu benda yang tidak ikut terbakar sempurna namun memancing munculnya api kembali jika tidak ikut dipadamkan secara total. Dan bahaya kedua yaitu, adanya ooksigen yang membuat api kembali menyala karena mendapatkan sumber bahan bakar baru. (Vita)

Advertisements