Lakukan Ini Sebelum Bertransaksi Over Kredit

0

Transaksi over kredit merupakan hal yang umum dilakukan oleh pemilik kendaraan yang mengalami kesulitan dalam melunasi angsuran kredit kendaraan bermotor yang diajukannya. Over kredit ini berarti, mengalihkan tanggungjawab melunasi angsuran kepada orang lain, yang secara otomatis juga akan memindahkan kepemilikan atas kendaraan tersebut kepada orang yang akan melanjutkan pembayaran cicilan. Pertimbangan melakukan transaksi ini adalah untuk lakukan-ini-sebelum-bertransaksi-over-kreditmenghindari kerugian yang cukup besar jika sampai kendaraan diambil oleh leasing karena ketidakmampuan membayar.

Akan tetapi, transaksi over kredit ini bukanlah hal yang tanpa risiko. Sebab, nama yang terdaftar pada leasing tetaplah nama kamu. Sebab itulah, kamu harus lebih waspada saat melakukan transaksi over kredit ini. Selain itu, akan lebih baik jika melakukan beberapa hal ini sebelum melakukan transaksi:

  • Informasi detail mengenai calon pembeli

Setelah menemukan kesepakatan harga, mintalah waktu beberapa saat sebelum menyelesaikan seluruh transaksi ini. Manfaatkan waktu ini untuk mencari informasi tentang calon pembeli. Langkah awalnya, kamu bisa meminta fotokopi ktp dan data diri singkat mengenai calon pembeli. Atau, kamu bisa mengajaknya mengobrol dan cobalah untuk mencari tahu tentang pekerjaan, rumah, dan beberapa hal lain tentang calon pembeli. Setelah itu, kamu hanya tinggal memastikan bahwa informasi yang diberikan sudah benar.

  • Jelaskan seluruh hal mengenai kesepakatan kita dengan leasing

Agar tidak ada satupun pihak yang merasa dirugikan nantinya, maka kau sebagai penjual juga harus menjelaskan berbagai hal penting yang menjadi kesepakatanmu dengan leasing. Misalnya saja, seperti asuransi mobil yang digunakan, cicilan setiap bulannya, denda keterlambatan, apakah ada penalty jika melakukan pelunasan lebih awal, dan berbagai hal lainnya.

  • Membuat surat perjanjian

Agar transaksi ini dapat berjalan dengan baik dan berkekuatan hukum, jangan lupa untuk membuat sebuah surat perjanjian yang dilengkapi dengan materai. Dengan begini, baik pihak penjual maupun pembeli akan mendapatkan perlindungan secara hukum, ketika salah satu melakukan hal yang cenderung merugikan pihak lain. Simpan surat ini beserta berbagai dokumen lain yang terkait transaksi ini, sampai mobil telah lunas dan sudah balik nama dengan pemilik baru.

Hal yang telah disebutkan mungkin terlihat ribet, akan tetapi akan dapat melindungimu dari masalah yang mungkin terjadi. Sebab, tidak semua orang yang melakukan transaksi ini memiliki niat baik. Namun ingat ya, tidak semua orang seperti ini, masih banyak juga yang memang melakukannya karena baru mampu membeli mobil dengan sistem over kredit. (Vita)

Advertisements

Waspada Saat Bertransaksi Over Kredit

0

Tidak semua orang yang membeli mobil secara kredit mampu untuk membayar cicilan kredit kendaraan bermotor miliknya hingga masa kredit selesai. Banyak yang pada akhirnya memutuskan untuk menjual kendaraan kesayangannya tersebut, karena ketidakmampuan ini. Yah, daripada harus benar-benar mengalami kerugian saat waspada-saat-bertransaksi-over-kreditkendaraan ditarik oleh leasing, lebih baik jika mobil tersebut dijual saja. Setidaknya, jika kondisi kendaraan masih bagus dan terawat, bisa saja sang pemilik mobil mendapatkan keuntungan dari selisih harga mobil dengan total angsuran yang harus dilunasi.

Namun, hal itu berlaku jika kamu memutuskan untuk melunasi kendaraan. Sebab, saat ini banyak juga pembeli yang lebih memilih untuk melakukan transaksi over kredit dibandingkan dengan harus melunasi mobil secara penuh. Apalagi, jika pada akhirnya pembeli tersebut juga membeli kendaraan secara kredit. Daripada repot-repot mencari leasing dan mengurus administrasi, akan lebih mudah dan praktis melanjutkan kredit yang sudah ada, bukan?

Jika transaksi ini yang diinginkan pembeli, kamu sebagai pihan penjual patut waspada nih. Sebab, proses over kredit ini biasanya hanya melibatkan 2 pihak, yaitu penjual dan pembeli. Artinya, leasing tidak mengetahui masalah transaksi ini. Sementara, nama yang tercatat dalam administrasi leasing tetaplah namamu, bukan nama pemilik baru kendaraan. Jadi, ketika terdapat masalah dengan pembayaran cicilan kamulah yang akan dicari oleh pihak leasing, bukan pemilik baru kendaraanmu.  Termasuk juga ketika ternyata mobilmu tersebut digunakan untuk melakukan suatu kegiatan kriminal, maka namamu lah yang akan tercatat sebagai pemilik kendaraan. Sebab, nama kepemilikan tidak akan bisa diubah tanpa menggunakan BPKB. Padahal, mobil tersebut kan belum lunas, jadi bagaimana bisa menebus BPKB?

Lalu, apakah sebaiknya tidak melakukan transaksi?

Yap, sebenarnya, cara paling aman adalah menghindari transaksi jenis ini. Namun, hal ini juga bukanlah hal yang mudah, apalagi jika kamu benar-benar dalam posisi membutuhkan uang. Jadi, cara lainnya adalah dengan lebih waspada dan melakukan berbagai hal sebelum melakukan transaksi over kredit, sebagai tindakan pencegahan risiko atas kerugian yang mungkin kamu alami. Apalagi, tidak semua orang yang menawarkan transaksi ini adalah orang yang tidak bertanggungjawab kok. Buktinya, banyak juga kok orang yang melaksanakan kewajibannya membayar angsuran hingga masa kredit habis, dan BPKB bisa ditebus. Jadi, asal kamu lebih waspada maka transaksi ini tidak akan menimbulkan kerugian untukmu. (Vita)